Pendidikan tentang seks selalu dianggap tabu karena akan membahas tentang jenis kelamin atau hubungan intim. Namun hal ini justru wajib untuk diajarkan kepada generasi muda agar mereka mengetahui batasan-batasan, mampu menahan nafsu serta menjaga diri sebelum perkawinan. Edukasi seks yang diberikan bukan hanya tentang pendidikan seksual secara umum namun pendidikan seks menurut konsep ajaran agama Hindu. Edukasi Seks dilakukan dengan metode CBPR (Community-Based Participatory Research) dengan teknik dharmatula yaitu diskusi tanya jawab dua arah antara narasumber dan peserta di Balai Pertemuan Pura Kerta Bumi pada tanggal 7 Juli 2024. Peserta kegiatan adalah para remaja putra-putri Hindu Bongso Wetan yang sebagian merupakan pengurus dan anggota organisasi PERADAH (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia). Materi yang disampaikan berfokus pada urgensi dan pentingnya edukasi seks diberikan kepada generasi muda serta konsekuensi yang diterima jika melanggar batasan-batasan. Adapun hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan yang didapat bahwa kegiatan ini begitu bermanfaat bagi para peserta, karena mendapatkan wawasan baru tentang hubungan seksualitas dan spiritualitas dalam ajaran agama Hindu. Edukasi seks dapat mengintegrasikan ajaran agama atau nilai-nilai lokal tentang kesucian, tanggung jawab, dan tujuan hidup yang lebih besar.
Copyrights © 2024