Pemberian ASI eksklusif merupakan strategi utama dalam menurunkan angka kematian neonatal. Masalah menyusui berkembang pada fase postnatal dan berakibat negatif pada periode menyusui. Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menyusui ASI bagi bayi dan kurangnya keterampilan teknik menyusui ibu yang menyebabkan tidak bersemangat untuk menyusui. Kurangnya dukungan keluarga terutama suami, kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI bagi bayi, serta kurangnya keterampilan teknik menyusui ibu yang menyebabkan tidak bersemangat untuk menyusui. Hal yang sangat berpengaruh terhadap kepuasan ibu menyusui terhadap kemampuan menyusui bayinya, atau biasa disebut breastfeeding self-efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Information Education and Communication (IEC) cara menyusi yang benar terhadap keterampilan dan efikasi diri pada ibu nifas di RS Amelia. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest - posttest design. Populasi penelitian adalah semua ibu nifas di ruang nifas RSU Amelia Pare dengan sampel sebanyak 20 ibu nifas menggunakn teknik purposive sampling. Instrumen keterampilan menggunakan kuesioner langkah tenik menyusui dan kuesioner efikasi diri menggunakan Breastfeeding Self Efficacy Scale-Short Form dengan waktu penelitian pada bulan September - November 2023. Analisa uji beda Wilcoxon dan Mann-Withney dengan aplikasi SPSS tipe 22. Indentifikasi sesudah pemberian IEC sebagian besar ibu nifas kategori cukup sebanyak 13 responden (65%) dan kategori baik sebanyak 7 responden (35%), serta sebagian besar ibu nifas dengan kategori tinggi sebanyak 15 responden (75%). Ibu nifas harus memiliki pengetahuan tentang keterampilan teknik menyusui yang benar, sehingga akan meningkatkan efikasi dirinya dalam menyusui bayinya dan dapat meningkatkan produksi ASI.
Copyrights © 2024