Era transformasi digital menuntut adaptasi guru sekolah dasar terhadap pendekatan pembelajaran baru yang mengintegrasikan teknologi dan pemecahan masalah kompleks. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi solusi, namun penerapannya masih terbatas. Menjawab tantangan ini, sebuah program pengembangan profesional terpadu selama 18 Jam Pelajaran (JP) dilaksanakan bagi para guru di Gugus 1 Kecamatan Poncokusumo, Malang, yang bertujuan mengakselerasi adaptasi terhadap implementasi PM melalui metode blended learning yang mengintegrasikan workshop, micro-teaching, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil program menunjukkan efektivitas yang tinggi, dibuktikan dengan peningkatan signifikan skor rata-rata peserta dari 87,5 pada pre-test menjadi 97,5 pada post-test. Kontribusi utama program ini adalah dihasilkannya perangkat pembelajaran berbasis PM yang siap diimplementasikan oleh guru, menunjukkan bahwa model pengembangan profesional terpadu dan berkelanjutan efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025