Anggapan bahwa pemberian edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying pada anak perlu ditunda hingga usia dewasa sesungguhnya sudah tidak relevan. Mencuatnya kasus kekerasan seksual dan bullying di lingkungan sekolah, seolah menjadi penanda bahwa kasus tersebut telah menjadi urgensi yang harus menemukan solusi. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada guru sebagai pendidik yang berperan penting dalam proses edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying. Sejumlah 10 guru telah melaksanakan kegiatan workshop yang di dalamnya memuat proses Focus Group Discussion. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Juli 2025. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami hambatan saat menyampaikan edukasi, khususnya dalam pemilihan istilah yang terkait dengan are kemaluan. Perasaan canggung dan tabu masih kerap kali dirasakan dan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Adapun, pelatihan dan media belajar mengenai kesehatan reproduksi seksual dan bullying sungguh diharapkan tersedia sebagai bentuk dukungan bagi guru.
Copyrights © 2025