Penjaminan mutu pendidikan (PM) adalah instrumen penting untuk menjamin dan meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Penelitian ini menganalisis efektivitas pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 8 Medan. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen (dokumen mutu sekolah dan transkrip wawancara). Analisis data mengikuti model Miles & Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi). Hasil menunjukkan: (1) pemahaman guru terhadap konsep penjaminan mutu bersifat variatif sehingga belum merata; (2) pelaksanaan siklus penjaminan mutu (perencanaan–pelaksanaan–evaluasi–tindak lanjut) berjalan tetapi belum konsisten; dan (3) efektivitas penjaminan mutu terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bersifat cukup tetapi belum optimal — terutama pada aspek proses pembelajaran, pemanfaatan data, dan tindak lanjut hasil evaluasi. Rekomendasi meliputi peningkatan pelatihan literasi mutu dan data bagi guru, penguatan tim TPMPS (Tim Penjaminan Mutu Internal Sekolah), serta integrasi hasil evaluasi ke dalam rencana kerja sekolah.
Copyrights © 2025