Keputusan karir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh nilai budaya yang dianut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai budaya individualisme dan kolektivisme terhadap profil pengambilan keputusan karir pada mahasiswa di Indonesia. Sebanyak 123 partisipan (64,3% perempuan) dengan rentang usia 18–25 tahun (M = 20,78; SD = 2,47) dilibatkan dalam penelitian ini. Individualisme dan kolektivisme diukur menggunakan Individualism and Collectivism Scale, sedangkan pengambilan keputusan karir diukur menggunakan Career Decision Making Profile. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kolektivisme berkorelasi positif signifikan dengan locus of control (r = 0.313, p < 0.001), aspiration for an ideal occupation (r = 0.372, p < 0.001), dan using intuitive (r = 0.385, p < 0.001). Sementara itu, individualisme juga menunjukkan korelasi positif dengan aspiration for an ideal occupation (r = 0.349, p < 0.001) dan using intuitive (r = 0.325, p < 0.001). Hasil ini memperlihatkan bahwa nilai budaya berperan dalam membentuk gaya pengambilan keputusan karir mahasiswa dimana kolektivisme cenderung terkait dengan pertimbangan sosial dan perasaan dalam mengambil keputusan karir sementara individualisme lebih berkaitan dengan tujuan pribadi dan cara berpikir mandiri dalam menentukan pilihan karir.
Copyrights © 2025