Perubahan struktur demografis Indonesia yang menunjukkan peningkatan jumlah lansia membawa implikasi penting bagi kesehatan publik, khususnya terkait penurunan fungsi kardiovaskular akibat proses penuaan. Di Desa Pardugul, sebagian besar lansia cenderung menjalani aktivitas fisik minimal dan belum memahami bentuk latihan yang aman bagi jantung, serta prosedur pemanasan dan pendinginan yang benar. Kondisi ini menegaskan kebutuhan terhadap intervensi berbasis edukasi kesehatan melalui aktivitas fisik terstruktur. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kesehatan jantung, kemampuan melakukan senam jantung sehat secara mandiri, dan pembentukan kebiasaan olahraga berkelanjutan pada lansia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan observasi awal, edukasi teoritis, demonstrasi gerak, pendampingan teknis, evaluasi efektivitas, dan program keberlanjutan. Responden terdiri dari 25 lansia dengan pemantauan melalui observasi fisiologis sederhana dan pengukuran keterlibatan aktivitas. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan jantung (88%), kemampuan mengikuti gerakan senam secara mandiri (81%), dan tingkat kehadiran kegiatan (85%). Selain itu, 67% lansia menyatakan kesiapan membentuk kelompok senam mandiri sebagai bentuk keberlanjutan praktik sehat. Kesimpulan menunjukkan bahwa program ini efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan dan keterampilan fisik lansia, serta berpotensi menjadi model intervensi kesehatan preventif berbasis komunitas di desa. Pendekatan edukatif-partisipatif dalam kegiatan ini menjadi kontribusi orisinal yang relevan untuk dikembangkan dalam skala wilayah yang lebih luas sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas hidup lansia
Copyrights © 2025