Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi melalui penyelenggaraan kuliah umum dengan tema "Reviving the Spirit of Samudera Pasai: Governance, Heritage, and the Future of Local Wisdom", kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai governance Samudera Pasai berbasis bukti arkeologis dan menjadikannya sebagai inspirasi tata kelola Indonesia modern. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan arkeologi, epigrafi, numismatik, dan ilmu pemerintahan melalui presentasi bukti material, analisis ilmiah, dialog interaktif, serta evaluasi komprehensif. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan dalam pemahaman 150 peserta mahasiswa, dengan peningkatan kemampuan identifikasi sumber sejarah primer sebesar 40% dan pemahaman relevansi nilai lokal dengan kebijakan publik sebesar 42%. Diskusi berhasil mengungkap kompleksitas sistem pemerintahan, ekonomi, dan sosial-budaya Samudera Pasai yang tercermin dalam bukti arkeologis. Kesimpulan utama menegaskan bahwa integrasi pendekatan empiris-arkeologis dalam studi sejarah tidak hanya berfungsi sebagai koreksi historis tetapi juga sebagai fondasi penguatan identitas lokal dan formulasi kebijakan publik yang berkarakter. Rekomendasi mencakup pengembangan modul pembelajaran, penelitian lanjutan, dan integrasi temuan arkeologis dalam perencanaan pembangunan daerah.
Copyrights © 2025