Banyaknya penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pertanian, membuat munculnya berbagai permasalahan di bidang ini. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan pemasaran produk pertanian. Dengan permasahalan yang ada, petani milenial harus dapat memanfaatkan smartphone dan menggunakan suatu aplikasi yang mendorong untuk keberlangsungan pertanian di ndonesia. Pemasaran digital memungkinkan pembeli memperoleh seluruh informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet, dan memungkinkan penjual untuk memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon pembeli tanpa batasan waktu dan geografis. Petani milenial juga harus mampu menilai dan memahami apa yang diiginkan oleh konsumen, dalam hal ini dapat dikembangkan melalui system pengemasan hasil produk pertanian. Pada dasarnya pengemasan akan berpengaruh terhadap penilaian atas produk dan hasil yang akan diperoleh oleh petani. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agribisnis Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan metode pemasaran dan pengemasan produk pertanian bagi siswa Sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian bagi petani milenial dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan sangat baik. Peserta sangat antusias dan interaktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan peragaan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produl hasil pertanian. Dari segi pengetahuan, wawasan, dan keterampilah siswa dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk hasil pertanian yang semula masih minim, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan siswa dapat memahami konsep-konsep pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian
Copyrights © 2025