Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Implementing the Agribusiness System on Increasing the Income of Vegetable Farmers in Kuantan Singingi Regency Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Hariadi, Hariadi; Kusuma, Arya Diki
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.164

Abstract

This research aims to determine the application of the agribusiness system to vegetable farmers which includes the production facilities sub-system, cultivation sub-system, handling and post-harvest sub-system and product marketing sub-system and to determine the effect of implementing the agribusiness system on the income level of vegetable farmers. The research was conducted using the survey method. A survey is research that takes samples from a population and uses a questionnaire as the main data collection tool. Meanwhile, the sampling method used was Stratified Purposive Sampling. Based on the results of research regarding the influence of the application of the agribusiness subsystem on the income of vegetable farmers, it can be concluded as follows: The application of the vegetable agribusiness system has been implemented well by respondents, especially in the production and marketing facilities subsystem. The independent variables of the production facilities subsystem (X1), farming subsystem (X2), post-harvest handling and processing subsystem (X3) and marketing subsystem (X4) which have a significant effect on income are the production and marketing facilities subsystem, because they have a smaller P-value from real level = α 0.05. Meanwhile, the post-harvest handling and processing subsystem has no real effect on income, because it has a P-value greater than the real level = α 0.05.
Kompensasi Meningkatkan Kinerja Karyawan Koperasi Unit Desa Dalam Pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit: Pendekatan Struktural Equation Modelling Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Hadi, Nariman; Harefa, Arianto
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.205

Abstract

Kompensasi memiliki fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena merupakan salah satu aspek paling sensitif terhadap kinerja karyawan dalam bekerja.  Pada makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan serta hubungan kompensasi tersebut terhadap kinerja karyawan  dalam pengelolaan kebun plasma. Analisis data menggunakan model Struktural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji/upah berpengaruh secara nyata terhadap inisiatif secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan Insentif  berpengaruh secara nyata terhadap kerjasama namun tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan tunjangan dan fasilitas tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja baik secara langsung maupun secara tidak langsung namun memiliki pengaruh yang positif. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa dalam meningkatkan kinerja karyawan yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kebun plasma oleh koperasi unit desa adalah Gaji, dan insentif, dengan demikian maka perlu adanya kenaikan gaji secara berkala, dan pembayaran insentif sesuai dengan prestasi kerja.
Kompensasi Meningkatkan Kinerja Karyawan Koperasi Unit Desa Dalam Pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit: Pendekatan Struktural Equation Modelling Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Hadi, Nariman; Harefa, Arianto
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.205

Abstract

Kompensasi memiliki fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena merupakan salah satu aspek paling sensitif terhadap kinerja karyawan dalam bekerja.  Pada makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan serta hubungan kompensasi tersebut terhadap kinerja karyawan  dalam pengelolaan kebun plasma. Analisis data menggunakan model Struktural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji/upah berpengaruh secara nyata terhadap inisiatif secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan Insentif  berpengaruh secara nyata terhadap kerjasama namun tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan tunjangan dan fasilitas tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja baik secara langsung maupun secara tidak langsung namun memiliki pengaruh yang positif. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa dalam meningkatkan kinerja karyawan yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kebun plasma oleh koperasi unit desa adalah Gaji, dan insentif, dengan demikian maka perlu adanya kenaikan gaji secara berkala, dan pembayaran insentif sesuai dengan prestasi kerja.
KEPUASAN ANGGOTA TERHADAP PERAN GAPOKTAN DALAM MEMASARKAN BOKAR Sasmi, Meli; Wardani, Gustia Kusuma; Susanto, Haris
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i1.1818

Abstract

This study aims to determine member satisfaction with the role of Gapoktan Maju Basamo in Titian Modang Kopah Village, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. Data analysis used IPA and CSI analysis. The results of this study indicate that in quadrant one there are twelve attributes according to important members but their performance is not good. In quadrant two there are eighteen attributes according to members that are important and their performance is good. In quadrant three there are six attributes that according to members are not important and their performance is not good. In quadrant four there are fourteen attributes that according to members are not important but their performance is good. Overall member satisfaction with the role of Gapoktan Maju Basamo is categorized as very satisfied.
The Effect of Implementing the Agribusiness System on Increasing the Income of Vegetable Farmers in Kuantan Singingi Regency Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Hariadi, Hariadi; Kusuma, Arya Diki
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.164

Abstract

This research aims to determine the application of the agribusiness system to vegetable farmers which includes the production facilities sub-system, cultivation sub-system, handling and post-harvest sub-system and product marketing sub-system and to determine the effect of implementing the agribusiness system on the income level of vegetable farmers. The research was conducted using the survey method. A survey is research that takes samples from a population and uses a questionnaire as the main data collection tool. Meanwhile, the sampling method used was Stratified Purposive Sampling. Based on the results of research regarding the influence of the application of the agribusiness subsystem on the income of vegetable farmers, it can be concluded as follows: The application of the vegetable agribusiness system has been implemented well by respondents, especially in the production and marketing facilities subsystem. The independent variables of the production facilities subsystem (X1), farming subsystem (X2), post-harvest handling and processing subsystem (X3) and marketing subsystem (X4) which have a significant effect on income are the production and marketing facilities subsystem, because they have a smaller P-value from real level = α 0.05. Meanwhile, the post-harvest handling and processing subsystem has no real effect on income, because it has a P-value greater than the real level = α 0.05.
USAHATANI PAKCOY SISTEM HIDROPONIK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI Rifqi, Muhammad; Sasmi, Meli; Mashadi, Mashadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i2.2810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, pendapatan kerja keluarga dan efisiensi usahatani pakcoy secara hidroponik milik Bapak Budianto di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis pendapatan terhadap produksi, biaya dan harga pada sayuran pakcoy hidroponik dengan menggunakan program Microsoft Excel untuk menganalisis pendapatan dan tingkat efisiensi. Hasil analisis menunjukkan biaya penyusutan peralatan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 86.432,-, biaya tidak tetap Rp 559.263,- dan total biaya sebesar Rp 645.695,-, penerimaan sebesar Rp 715.000,-, pendapatan sebesar Rp 69.305,-, pendapatan kerja keluarga sebesar Rp 958.959 dan Nilai R/C sebesar 1,11 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan Rp 1,-, akan menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 1,11,- atau pendapatan bersih sebesar Rp 0,11,-, dikarenakan nilai R/C lebih dari satu, maka dapat disimpulkan bahwa usahatani pakcoy hidroponik milik Bapak Budianto layak untuk dikembangkan. The purpose of this study is to analyze production costs, receipts, income, family work income and the level of efficiency in Mr. Budianto's hydroponic pakcoy farming business in Simpang Tiga Village, Central Kuantan District, Kuantan Singingi Regency. The data were quantitatively analyzed using revenue analysis of production, costs and prices on hydroponic pakcoy vegetables using the Microsoft Excel program to analyze revenues and efficiency levels.The results of the analysis show that the cost of depreciation of equipment in one production process is IDR 86,432,-, non-fixed costs of IDR 559,263,- and the total cost of IDR 645,695,-, receipts of IDR 715,000,-, income of IDR 69,305,-, family work income of IDR 958,959 and R/C value of 1.11 which means that each cost incurred by IDR 1,-, will generate gross income of IDR 1.11,- or net income of Rp 0.11,-, because the R/C value is more than one, it can be concluded that Mr. Budianto's hydroponic pakcoy farming business is worthy of development.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) BAKAR DI KOTA TALUK KUANTAN Hadi, Nariman; Sasmi, Meli; Kesambamula , Eldipama
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i1.3201

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perikanan darat dan laut. Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan yang air tawar yang tergolong ekonomis, memiliki daging tebal, rasa yang enak dan digemari masyarakat. Di Kota Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, usaha ikan nila bakar mengalami perkembangan yang pesat, banyak yang tertarik untuk menjalankan usaha ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, nilai efisiensi dan BEP usaha ikan nila bakar. Masalah yang dihadapi adalah tingginya harga bahan baku, sulitnya mendapatkan ukuran ikan yang homogen dan tingginya tingkat kompetisi dari usaha sejenis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis pendapatan, efisiensi, dan BEP. Kesimpulan, total biaya yang dikeluarkan Rp 393.822,-/produksi, pendapatan kotor Rp 556.667,-/produksi, pendapatan bersih Rp 162.774,-/produksi. Nilai Efisiensi 1,36, artinya setiap Rp. 1,- modal yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan kotor Rp 1,36,- dengan pendapatan bersih Rp 0,36,-/produksi. BEP produksi 5, 6 kg/produksi artinya pengusaha ikan nila bakar harus memproduksi di atas 5, 6 kg untuk memperoleh keuntungan dan sudah tercapai, karena produksi rata-rata adalah 8,0 kg/produksi., Nilai BEP harga Rp. 54.493,-/kg, artinya pengusaha harus menjual ikan nila bakar diatas harga Rp 54.493,-/kg untuk memperoleh keuntungan, sudah tercapai karena harga jual rata-rata saat ini adalah Rp.73.335/kg. Indonesia is an archipelagic country that has land and sea fisheries resources. Tilapia (Oreochromis Niloticus) is a type of freshwater fish that is classified as economical, has thick flesh, delicious taste and is popular with the public. In Kuantan Taluk City, Kuantan Singingi Regency, the grilled tilapia fish business is experiencing rapid development, many are interested in running this business. This research aims to determine the income, efficiency value and BEP of the grilled tilapia fish business. The problems faced are the high price of raw materials, the difficulty of getting homogeneous fish sizes and the high level of competition from similar businesses. The data analysis used is cost analysis, income analysis, efficiency, and BEP. Conclusion, total costs incurred are IDR 393,822,-/production, gross income IDR 556,667,-/production, net income IDR 162,774,-/production. The Efficiency Value is 1.36, meaning that every Rp. 1.- capital issued will result in a gross income of IDR 1.36,- with a net income of IDR 0.36,-/production. BEP production of 5.6 kg/production means that grilled tilapia entrepreneurs must produce above 5.6 kg to make a profit and this has been achieved, because the average production is 8.0 kg/production. The BEP value is IDR. 54,493,-/kg, meaning that entrepreneurs must sell grilled tilapia above the price of IDR 54,493,-/kg to make a profit, which has been achieved because the current average selling price is IDR 73,335/kg.
KELEMBAGAAN PEMASARAN KARET SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI PETANI KARET DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sasmi, Meli; Agustar, Asdi; Syarfi, Ira Wahyuni; Hasnah, Hasnah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1346

Abstract

Karet merupakan komoditi sektor petanian pada sub sektor perkebunan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi petani. Namun kondisi harga karet terus melemah menyebabkan ekonomi petani karet juga melemah. Berbagai masalah yang dihadapi petani karet antara lain: Luas lahan kecil, kondisi alam yang rentan terhadap produksi, harga karet dunia yang semakin menurun, daya tawar petani lemah, rantai pemasaran yang panjang. Kondisi ini perlu dicari suatu Solusi,  suatu kelembagaan yang mampu menfasilitasi tataniaga karet yang lebih menguntungkan kepada petani. Kelembagaan pemasaran merupakan salah satu strategi yang berkaitan dengan tataniaga dalam menjamin ketersedian komoditi dan ketersediaan pasar yang lebih efisien. Lelang komoditi merupakan system pemasaran yang mampu meningkatkan harga dan daya tawar petani. Namun tidak mampu mengatasi permasalahan harga karet secara global karena harga karet ditentukan oleh pasar internasional. Kelembagaan dapat mengatasi ketergantungan menjual SIR kepada konsumen luar negeri serta mengurangi ketergantungan produk jadi yang berbahan baku karet.  Kelembagaan petani perlu membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) disetiap sentra produksi karet untuk  melakukan kegiatan hilirisasi karet. Pengolahan hasil berbahan baku karet akan menciptakan nilai tambah, mengurangi ketergantungan produk, mengurangketergantungan menjual SIR pada konsumen luar negeri, memiliki daya tawar.
PENGELOLAAN BUDIDAYA ITIK PETELUR DI DESA SIKAKAK KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI mahrani, mahrani; Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Jamalludin, Jamalludin
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1824

Abstract

Tujuan program PKM yaitu pengelolaan budidaya itik petelur, diharapakan mampu membuka pola fikir masyarakat untuk dapat meningkatkan ketersediaan pakan berkualitas dengan teknik fermentasi, memperbaiki manajemen organisasi kelompok ternak dengan optimalisasi fungsi setiap bagian kerja.Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan 15 Oktober 2019 di Kelompok Ternak Harapan jaya Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti.Metode pelaksaan program PKM yang dilaksanakan yaitu dalam bentuk penyuluhan dan pembinaan.Perbaikan manajemen usaha dapat meningkatkan kesadaran akan potensinya dalam menciptakan suasana untuk pengembangan ternak itik petelur. Desa sikakak berpotensi besar untuk mengembangkan itik petelur. Antusias kelompok dapat dilihat dari semangat gotong royong dan banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan PKM. Banyaknya batang sagu, limbah pertanian seperti dedak dan ampas tahu dapat menunjang sebagai sumber pakan ternak.Lahan kosong tidak berdaya guna dapat ditanami jagung untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak. Prodi agribisnis telah melakukan transfer ilmu, teknologi, sasialisasi, penyuluhan dan pembinaan yang dibutuhkan oleh masyarakat telompok ternak harapan jaya.
PENYULUHAN PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN BUDIDAYA KACANG TANAH DI DESA KINALI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Vermila, Chezy WM; Sasmi, Meli; Jamalludin, Jamalludin; Susanto, Haris; Alatas, Andi; Mashadi, Mashadi; Nariman, Nariman; Kesambamula, Eldipama
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1842

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk 1) memberikan penyuluhan dan pengetahuan serta keterampilan untuk mengembangkan budidaya kacang tanah, 2) untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan kacang tanah yang ada di Desa Kinali. metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap kelompok tani yang ada didesa Kinali. Bagaimana agar petani dapat mengetahui Bagaimana cara pengembangan dan Pengelolaan Budidaya Kacang Tanah yang sesuai dengan kondisi didaerah mereka yang belum merka ketahui. metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap kelompok tani yang ada didesa Kinali. Bagaimana agar petani dapat mengetahui Bagaimana cara pengembangan dan Pengelolaan Budidaya Kacang Tanah yang sesuai dengan kondisi didaerah mereka yang belum merka ketahui. Sebagai bahan pangan, biji kacang tanah memiliki manfaat yang sangat banyak bagi makanan manusia, makanan ternak, bahan minyak goreng dan kandungan proteinnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Semakin meningkatnya kebutuhan tentang bahan kacang tanah menyebabkan harus adanya solusi untuk membuat budidaya kacang tanah, yang dapat menghasilkan produksi panen yang lebih banyak dari sebelumnya.