Bahan ajar digital menjadi potensi dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru- guru sejarah di Tasikmalaya. Guru-guru sejarah di Tasikmalaya mempunyai potensi untuk pengembangan bahan ajar digital karena persepsi mereka mengenai bahan ajar digital sudah cukup bagus. Rumusan masalah pada artike ini yakni bagaimana melatih kemampuan guru-guru sejarah di Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan bahan ajar digital menggunakan sumber sejarah kredibel. Metode dari pengabdian ini berdasarkan kepada pelatihan blended learning yang terbagi kedalam tahap forum group dicsussion, persiapan, pelaksanaan daring dan luring serta evaluasi dan tindak lanjut. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan agket non test. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan analisis interaktif. Hasil dari PKM ini nampak guru sejarah mempunyai literasi TIK yang optimal. Mereka mahir menggunakan beragam software yang digunakan. Mereka dapat membuat bahan ajar digital sejarah secara menarik. Mereka juga mempunyai pemahaman yang baik dalam memahami dan mempraktikkan pembuatan bahan ajar digital sejarah. Mereka mempunyai persepsi bahwa pada kurikulum merdeka penggunaan bahan ajar digital sejarah diperlukan. Mereka juga mempunyai persepsi bahan ajar digital sejarah dapat memudahkan pembelajaran sejarah.
Copyrights © 2025