Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berfungsi strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sekaligus membentuk kesadaran kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 24 Medan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, inovator, motivator, dan teladan dalam proses pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah ini tampak pada penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan guru dalam program Guru Penggerak. Selain itu, penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mendorong siswa untuk aktif, mandiri, berpikir kritis, serta berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Namun, transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka masih menghadapi kendala, terutama terkait keterbatasan waktu dalam pelaksanaan proyek dan kebutuhan adaptasi guru terhadap pendekatan baru. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PPKn sangat krusial dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka, baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maupun penguatan karakter peserta didik.
Copyrights © 2025