Perubahan kurikulum ini membawa implikasi terhadap peran guru, pendekatan pembelajaran, dan sistem asesmen yang menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, serta literasi kurikulum yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menghadapi perubahan kurikulum dari Kurikulum 2013 (K13) menuju Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kepustakaan (library research), merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen resmi Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama guru PPKn meliputi keterbatasan pemahaman terhadap filosofi Kurikulum Merdeka, kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek, keterbatasan sarana prasarana, serta kesenjangan literasi digital. Selain itu, perubahan paradigma pembelajaran yang menuntut guru menjadi fasilitator juga menjadi hambatan tersendiri bagi sebagian guru yang terbiasa dengan sistem konvensional. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kelembagaan, pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi antar guru untuk mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, guru PPKn diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter pelajar Pancasila yang kritis, demokratis, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025