Banyumaro River Tubing menghadapi permasalahan operasional berupa tingginya beban kerja guide wisata akibat penyampaian briefing keselamatan secara verbal dan berulang kepada sekitar 50–60 pengunjung setiap akhir pekan. Kondisi ini berpotensi menurunkan konsistensi penyampaian informasi keselamatan dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan peralatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan menerapkan papan alur digital sebagai media edukasi keselamatan sebelum aktivitas tubing guna mengurangi beban kerja guide serta meningkatkan pemahaman pengunjung. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis aset komunitas melalui tahapan observasi, perancangan partisipatif, pembuatan alat, dan uji coba lapangan. Papan alur digital dirancang menyajikan informasi keselamatan secara visual dan audio yang tersusun berurutan sesuai prosedur penggunaan peralatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi briefing verbal oleh guide dari sebelumnya dilakukan berulang kali menjadi hanya penegasan tambahan, serta peningkatan kesiapan dan kepatuhan pengunjung dalam mengikuti prosedur keselamatan sebelum pengarungan. Dengan demikian, papan alur digital terbukti menjadi media edukasi keselamatan yang lebih konsisten dan efektif dibanding metode konvensional, serta berpotensi mendukung pengelolaan wisata sungai yang aman dan berkelanjutan berbasis komunitas
Copyrights © 2026