Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, dengan prevalensi cukup tinggi di Kabupaten Donggala. Salah satu penyebab utama stunting adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya zat gizi dan mudah diperoleh. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan PMT (puding kelor dan pisang hijau kelor), serta pemantauan dan evaluasi melalui kuesioner dan uji daya terima produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori sedang (76,9%) dan sebagian kecil pada kategori baik (23,1%). Respon balita terhadap produk bervariasi, dengan pisang hijau kelor lebih disukai dibandingkan puding kelor. Program ini berhasil meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting dan diharapkan dapat berkelanjutan melalui kader posyandu serta dukungan pemerintah daerah.
Copyrights © 2026