Matematika seringkali menimbulkan kecemasan mendalam bagi siswa, sehingga diperlukan kondisi yang dapat memaksimalkan ketangguhan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan mindfulness untuk meningkatkan resiliensi siswa sebagai upaya mengurangi kecemasan matematis (math anxiety) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 10 Banda Sakti, Lhokseumawe. Data dikumpulkan melalui angket resiliensi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest) yang kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan mindfulness memiliki peningkatan resiliensi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan mindfulness efektif dalam membantu siswa mengelola emosi, mempertahankan fokus, serta menghadapi tekanan akademik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik mindfulness berperan penting dalam meningkatkan resiliensi siswa dan secara tidak langsung dapat menurunkan tingkat kecemasan terhadap matematika.
Copyrights © 2025