Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamisasi Ilmu dalam Pendidikan: Telaah Buku Filsafat Pendidikan Islami Karya Ahmad Tafsir Muhammad Farij Al-Kahfi; Mahmud Arif; Ridwan Faqih Sihono
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): December: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1644

Abstract

The development of modern scientific knowledge, which tends to be secular, has created a dichotomy between religious sciences and general sciences within Islamic education systems. This condition has encouraged the emergence of the idea of the Islamization of knowledge as an effort to restore knowledge to a tawhidic framework. This study aims to examine how the concept of the Islamization of knowledge is represented in Ahmad Tafsir’s book Filsafat Pendidikan Islami. This research employs a qualitative library study using content analysis and a philosophical approach to both the primary text and supporting literature. The findings show that although Ahmad Tafsir does not explicitly use the term “Islamization of knowledge,” the idea is strongly reflected in his construction of epistemology, his concept of the human person, the curriculum, and the educational processes he proposes. At the epistemological level, Tafsir positions revelation as the highest source of value that guides reason and experience, aligning with the principles of the Islamization of knowledge that reject secularist assumptions in the development of knowledge. In the domain of curriculum and educational design, the integration of religious sciences and modern sciences becomes a foundational principle that eliminates the dichotomy of knowledge and emphasizes a tawhidic orientation. The educational process is understood as a space for value internalization, character formation, and moral exemplarity, uniting knowledge with ethics. This study concludes that Ahmad Tafsir’s thought provides an important contribution to the development of an integrative Islamic educational paradigm rooted in tawhid while remaining responsive to the dynamics of modern scientific knowledge.
Manajemen Strategis Pimpinan Sekolah di MAN 2 Kulon Progo dalam Mempersiapkan Implementasi Kurikulum Cinta: Pengabdian Ansorul Alim; Ridwan Faqih Sihono; Winda Islamitha Nurhamidah; Sabarudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4868

Abstract

Artikel ini menganalisis manajemen strategis pimpinan MAN 2 Kulon Progo dalam mempersiapkan transisi "Kurikulum Cinta". Kajian ini menjadi urgen untuk mengisi kekosongan literatur yang selama ini minim membahas fase kesiapan (readiness) sekolah dalam menghadapi disrupsi kebijakan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menitikberatkan pada dinamika manajerial dalam mengkondisikan ekosistem sekolah. Temuan penelitian menunjukkan adanya siklus manajemen strategis yang komprehensif, meliputi: (1) Formulasi melalui redefinisi visi "Ruh Pendidikan" dan perencanaan proaktif (strategic foresight); (2) Implementasi berbasis Servant Leadership lewat strategi "Superteam" dan habituasi budaya 5S; serta (3) Evaluasi proses menggunakan intervensi berjenjang dan komunikasi tatap muka guna meminimalisir bias digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan implementasi kurikulum bukanlah fenomena yang tumbuh secara organik, melainkan hasil rekayasa manajemen strategis yang secara sadar menggeser pendekatan administratif-birokratis menuju pendekatan humanis.
Epistemologi Qur’ani dalam Integrasi Akal dan Wahyu: Rekonstruksi Fungsi Ilmu Pengetahuan dalam Pendidikan Islam Havid Nur Solikhin; Ridwan Faqih Sihono; Dwi ratnasari
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut umat Islam untuk meninjau kembali relasi antara akal dan wahyu dalam kerangka epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi ilmu pengetahuan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menekankan integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis filosofis-epistemologis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu, akal, dan wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan ilmu sebagai sarana manusia mengenal Allah dan memahami realitas ciptaan-Nya. Akal berperan sebagai instrumen rasional untuk meneliti kebenaran empiris, sementara wahyu menjadi pedoman moral dan spiritual agar ilmu tidak kehilangan arah nilai. Keselarasan antara akal dan wahyu melahirkan paradigma ilmu yang integratif, rasional, dan transendental. Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi ini menjadi dasar bagi pengembangan sistem pembelajaran yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual, guna melahirkan insan ulul albab yang berilmu, beriman, dan berakhlak.