Salah satu penyebab kematian paling umum di seluruh dunia adalah hipertensi, penyakit tidak menular. Kondisi di mana jumlah eritrosit meningkat sementara volume plasma darah menurun disebut hematokonsentrasi. Peningkatan hematokrit dapat memengaruhi viskositas darah, yang dapat meningkatkan resistensi perifer dan beban kerja jantung, menyebabkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita hipertensi yang sedang menjalani rawat inap. Jumlah sampel sebanyak 34 orang. Analisis yang digunakan adalah Uji Korelasi Spearmen. Pada kondisi hematokrit normal, ditemukan pasien dengan tekanan darah normal sebanyak 1 orang laki-laki dan 2 orang Perempuan, sedangkan pada kondisi tinggi atau hemokonsentrasi, ditemukan pasien dengan tekanan darah tinggi sebanyak 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Hasil uji korelasi Spearman pada tekanan darah sistol laki-laki didapatkan nilai p-value 0,006 dengan nilai koefisien korelasinya 0,696 sementara pada tekanan darah diastole laki-laki didapatkan nilai p-value 0,005 dengan nilai koefisien korelasinya 0,709 serta pada tekanan darah sistol & diastole perempuan didapatkan nilai p-value 0,001 dengan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,701. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Semakin tinggi kadar hematokrit, semakin meningkat pula tekanan darah, baik tekanan sistol maupun diastol.
Copyrights © 2026