Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.
Copyrights © 2026