Pelawi, Arabta M.Peraten
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF SMOKING HABITS WITH HYPERTENSION INCIDENCE IN MEN AGE 20-40 YEARS IN THE WORK AREA OF THE BINTARA HEALTH CENTER Dilla, Andrini Ratna; Indrawati, Lina; Pelawi, Arabta M.Peraten
Soscience: Jurnal Ilmu Sosial Science Vol 2 No 2 (2025): JANUARY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/therapy.v2i2.42

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease until now dubbed as The Silent Killer because the symptoms are unknown and even often do not show symptoms without complaints. Hypertension is a condition in which a person's blood pressure, systolic ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg. Hypertension at the age of 20-44 years, especially in men, the main cause is a lifestyle such as smoking Smoking is one of the risk factors that can cause an increase in blood pressure. Cigarettes contain 400 chemical substances with 200 types of them being carcinogenic. Carbon monoxide and nicotine gases produced by cigarettes, cause the walls of blood vessels to narrow so that the heart has to pump faster and blood pressure increases significantly.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA Amir, Nurhidayah; Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Roulita; Pelawi, Arabta M.Peraten; Nuryanti, Lisna
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.358

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.