Simbol pendidikan tervisualisasikan dengan bertuliskan Tut Wuri Handayani sebagai aktribut di baju peserta didik ditingkat dasar sampai atas di Indonesia, yang perlu dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa Digital Natives calon guru di Universitas Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan penerapan Tut Wuri Handayani bagi mahasiswa Digital Natives (DN) calon guru pendidikan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan interview. Adapun partisipan dalam penelitian ini, peneliti melibatkan empat puluh orang mahasiswa semester dua. Teknik pengambilan sampel menggunakan formulasi Slovin dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling terpilih 29 mahasiswa. Berdasarkan hasil observasi bahwa mahasiwa Digital Natives calon guru pendidikan bahasa Inggris memahami makna dan penerapan Tut Wuri Handayani hanya sebatas slogan baju sekolah. Namun, berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa makna dan penerapan Tut Wuri Handayani beragam. Hal tersebut diklarifikasikan menjadi beberpa makna dan penerapan. Dalam makna 1) sebagai unsur pendorong untuk mencapai tindakan belajar seperti yang diharapkan oleh sekolah, 2) sebagai pengembangan potensi bagi calon guru dan peserta didik, dan 3) sebagai perwujudkan dari keteladanan dari pendidik terhadap visualisasi hasil belajar. Sedangkan dalam penerapan Tut Wuri Handayani permujudan dari visualisasi makna memberikan bimbingan tanpa mendikte, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan membangun rasa kepercayaan diri, serta kepemimpinan. Implikasi dari penelitian ini sebagai upaya untuk mengukur pemahaman mahasiswa Digital Natives calon guru pendidikan bahasa Inggris memahami makna dan penerapan Tut Wuri Handayani sebagai tujuan untuk mewujudkan makna hakiki sebagai seorang pengajar menuju generasi emas tahun 2045.
Copyrights © 2025