Sistem saraf manusia merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta sistem saraf tepi, berfungsi sebagai pusat kendali seluruh aktivitas tubuh. Otak, sebagai organ utama, terbagi menjadi cerebrum (fungsi kognitif dan emosi), cerebellum (koordinasi motorik), dan batang otak (fungsi vital), yang bekerja secara terintegrasi melalui komunikasi antar neuron. Sistem saraf mengatur fungsi sensorik, motorik, kognitif, dan homeostasis tubuh dengan bantuan neurotransmiter seperti dopamin, serotonin, dan GABA. Gangguan pada keseimbangan neurotransmiter atau struktur saraf dapat menyebabkan penyakit neurologis, seperti skizofrenia, epilepsi, atau autisme, sehingga pemahaman mendalam tentang mekanisme ini penting untuk pengembangan terapi. Neuron sebagai unit fungsional sistem saraf berkomunikasi melalui sinapsis, didukung oleh sel glia yang menjaga kestabilan lingkungan saraf. Sistem saraf juga memiliki kemampuan neuroplastisitas, memungkinkan adaptasi, pembelajaran, dan pemulihan dari kerusakan. Penelitian neurosains terus berkembang untuk mengungkap mekanisme molekuler dan seluler sistem saraf, membuka peluang terapi inovatif bagi gangguan neurologis. Pemahaman tentang keterkaitan otak, sistem saraf tepi, dan fungsi tubuh sangat penting dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
Copyrights © 2025