Artikel ini membahas relevansi pemikiran teologis Murji’ah dan Khawarij terhadap kehidupan umat Islam kontemporer di tengah kompleksitas tantangan sosial, politik, dan keagamaan modern. Kedua aliran ini lahir dari konflik awal Islam yang berkaitan dengan persoalan iman, amal, dan dosa besar, namun warisan pemikirannya masih tercermin dalam sikap keberagamaan umat Islam masa kini, baik dalam bentuk moderasi maupun ekstremisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber klasik dan literatur ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Murji’ah memiliki relevansi positif dalam menumbuhkan sikap toleran, moderat, dan inklusif dengan menekankan penangguhan penilaian iman kepada Allah, meskipun berpotensi menimbulkan sikap permisif apabila dipisahkan secara ekstrem dari amal dan tanggung jawab moral. Sementara itu, pemikiran Khawarij lebih berfungsi sebagai bahan refleksi kritis-historis untuk memahami bahaya ekstremisme, intoleransi, dan doktrin takfir yang dapat memicu konflik serta perpecahan umat. Dengan demikian, kajian terhadap Murji’ah dan Khawarij menegaskan pentingnya keseimbangan antara iman dan amal serta penguatan nilai moderasi (wasathiyah) sebagai fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan kontekstual di era kontemporer.
Copyrights © 2026