Zaimiri Zaimiri
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Murji’ah dan Khawarij terhadap Kehidupan Umat Islam Kontemporer Ahmad Al Kindi; Panca Abdini Sitorus; Zaimiri Zaimiri; Zulfahmi Lubis; Muhammad Basri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7869

Abstract

Artikel ini membahas relevansi pemikiran teologis Murji’ah dan Khawarij terhadap kehidupan umat Islam kontemporer di tengah kompleksitas tantangan sosial, politik, dan keagamaan modern. Kedua aliran ini lahir dari konflik awal Islam yang berkaitan dengan persoalan iman, amal, dan dosa besar, namun warisan pemikirannya masih tercermin dalam sikap keberagamaan umat Islam masa kini, baik dalam bentuk moderasi maupun ekstremisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber klasik dan literatur ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Murji’ah memiliki relevansi positif dalam menumbuhkan sikap toleran, moderat, dan inklusif dengan menekankan penangguhan penilaian iman kepada Allah, meskipun berpotensi menimbulkan sikap permisif apabila dipisahkan secara ekstrem dari amal dan tanggung jawab moral. Sementara itu, pemikiran Khawarij lebih berfungsi sebagai bahan refleksi kritis-historis untuk memahami bahaya ekstremisme, intoleransi, dan doktrin takfir yang dapat memicu konflik serta perpecahan umat. Dengan demikian, kajian terhadap Murji’ah dan Khawarij menegaskan pentingnya keseimbangan antara iman dan amal serta penguatan nilai moderasi (wasathiyah) sebagai fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan kontekstual di era kontemporer.
PLAGIARISME AKADEMIK DAN PELANGGARAN HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF FIQIH KONTEMPORER M. Dimas Suhami Zein; Syaiful Bahri Tanjung; Zaimiri Zaimiri; Mustofa Mbdullah Nasution; Ali Imran Sinaga
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v6i2.259

Abstract

Advances in information and communication technology have facilitated access to sources of knowledge and scholarly works; however, at the same time, they have also increased the potential for academic plagiarism and copyright infringement in educational settings. The practice of appropriating scholarly works without properly citing sources, as well as the use of others’ works without permission, poses a serious challenge to academic integrity and the development of a culture of scholarship. This study aims to analyze the concepts of academic plagiarism and copyright infringement, examine the status of intellectual property rights in Islamic law, and explain their legal status from the perspective of contemporary fiqh. This study employs a literature review (library research) using a normative-juridical and conceptual approach, while the data are analyzed using content analysis and descriptive-analytical methods. The results indicate that the majority of contemporary scholars and international fatwa institutions recognize intellectual property rights as part of property rights protected by Sharia. Plagiarism is viewed as a form of unjustly appropriating another person’s rights, involving elements of fraud (ghishy) and a breach of academic trust, while copyright infringement contradicts the principle of property protection (hifzh al-mal) and Sharia’s objective of safeguarding human welfare. Therefore, strengthening a culture of academic integrity, providing education on research ethics, and respecting intellectual property rights are crucial steps in preventing plagiarism and copyright infringement in educational institutions