Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem manajemen produksi untuk minuman herbal berbasis konsep Tatanen di Bale Atikan (TdBA) guna mengatasi masalah gaya hidup sedentari dan konsumsi minuman berpemanis berlebihan yang mengancam kebugaran siswa sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta. Menggunakan pendekatan partisipatif selama dua bulan dengan pelatihan intensif tiga hari per sekolah, program ini melibatkan guru, siswa, dan komite sekolah dalam seluruh rantai nilai produksi "Cikobei Fresh" berbahan murbei, air, gula, rumput laut, lemon, sereh dan selasih. Pelatihan mencakup budidaya herbal, penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO), prinsip keamanan pangan, hingga pengemasan dan pemasaran. Hasil menunjukkan 95% sekolah mitra berhasil mengembangkan kebun herbal, 92% guru mampu mengaplikasikan SPO secara konsisten, dan 88% siswa mengalami peningkatan minat belajar pada mata pelajaran sains, matematika, dan kewirausahaan. Keberlanjutan terbukti kuat dengan 85% sekolah tetap memproduksi "Cikobei Fresh" tiga bulan pasca pendampingan. Program ini tidak hanya meningkatkan asupan minuman fungsional yang aman bagi siswa, tetapi juga memperkuat pelestarian kearifan lokal Sunda dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui unit usaha mikro berbasis sekolah.
Copyrights © 2026