This study aims to examine the effectiveness of integrating the Learning Management System (LMS) Google Classroom into Project-Based Learning (PjBL) in the Beauty Services Management course, with the goal of enhancing students’ learning outcomes and self-regulated learning. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental, one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 50 Vocational Education students specializing in Beauty Services, selected through purposive sampling. The research instruments included a project-based learning assessment and a learning independence questionnaire adapted from the Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data were analyzed using a paired-sample t-test. The results indicated an average increase of 21.9% in learning outcomes and 16.6% in learning independence following the implementation of Google Classroom, with a significance level of p < 0.05, demonstrating a statistically significant improvement. These findings suggest that LMS integration can enhance the effectiveness of project-based learning, strengthen students’ learning autonomy, and promote more active and reflective engagement in the learning process. The study emphasizes that utilizing LMS platforms such as Google Classroom represents a relevant digital learning strategy for vocational education, particularly in supporting the transformation of teaching and learning in the Industry 4.0 era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi Learning Management System (LMS) Google Classroom dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) pada mata kuliah Manajemen Tata Rias, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa Pendidikan Vokasional Tata Rias yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar berbasis proyek dan angket kemandirian belajar yang diadaptasi dari Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired-sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 21,9% dan kemandirian belajar sebesar 16,6% setelah penerapan Google Classroom, dengan nilai signifikansi p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi LMS dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek, memperkuat kemandirian belajar mahasiswa, serta mendorong mereka menjadi lebih aktif dan reflektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan bahwa pemanfaatan LMS seperti Google Classroom merupakan strategi pembelajaran digital yang relevan bagi pendidikan vokasional, terutama dalam mendukung transformasi pembelajaran di era Industri 4.0.
Copyrights © 2026