Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, termasuk kemampuannya dalam mengelola kelas secara kreatif dan inovatif. Namun, hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah di bawah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Buleleng masih berada pada kategori sedang hingga rendah, sehingga diperlukan intervensi untuk meningkatkan kapasitas guru. Program pengabdian ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang dilaksanakan dalam dua tahap pelatihan, yaitu penguatan strategi manajemen kelas berbasis pendekatan aktif-kolaboratif serta penggunaan media dan metode pembelajaran inovatif, serta tiga kali pendampingan terstruktur berupa mentoring, penilaian dampak, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan guru dalam mengelola kelas, yang ditandai dengan perubahan praktik pembelajaran yang lebih partisipatif, penggunaan media digital sederhana, serta peningkatan motivasi siswa dalam proses belajar. Diskusi hasil menegaskan bahwa keberlanjutan program melalui peer group guru dan dukungan kelembagaan FGM memperkuat dampak pelatihan sehingga tidak berhenti pada ranah teoritis, melainkan terimplementasi di kelas. Kesimpulannya, model pelatihan dan pendampingan berbasis komunitas profesi ini efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru Muhammadiyah di Kabupaten Buleleng dan berpotensi direplikasi pada konteks sekolah serupa untuk memperkuat kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2025