Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Berbasis Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Merlina Merlina; Achmad Ruslan Afendi; Siti Nor Asiah; Gusti Asiyani; Hasnun Dahliana; Livita Magfiratul Laili
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July-December
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan keberhasilan, setiap lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan yang baik. Salah satunya adalah dengan membuat pengelolaan acuan pembelajaran (manajemen kurikulum), sehingga proses belajar dan mengajar di dalam lembaga pendidikan dapat berlangsung efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dalam pelaksanaan manajemen kurikulum di PAUD Al-Qur’an Ar-Raudhah. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif yang melakukan pengamatan mendalam di PAUD Al-Qur’an Ar-Raudhah Kota Balikpapan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran PAUD diawali dengan perencanaan kurikulum dimulai dari pertemuan yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik, pembuatan rencana kurikulum program tahunan dan semester serta rancangan kegiatan mingguan dan rancangan kegiatan sehari-hari; pelaksanaan kurikulum telah digunakan dalam kegiatan in-door dan out-door; evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala dan telah ditetapkan waktunya, setiap sebulan sekali orang tua peserta didik diajak berdiskusi dan musyawarah mengenai pembelajaran yang telah dilakukan selama satu bulan sebelumnya. Tulisan ini memberikan wawasan baru untuk implementasi manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini yang harus mengacu pada kurikulum nasional dengan tambahan materi keagamaan Islam dimana kita dapat turut serta dalam pembentukan karakter bagi peserta didik. To achieve success, every educational institution requires good management. One way is to make management of learning references (curriculum management), so that the learning and teaching process in educational institutions can take place effectively and efficiently. This study aims to describe the process of planning, implementing, and evaluating the implementation of curriculum management in PAUD (Early Childhood Education) Al-Qur’an Ar-Raudhah. This paper is qualitative research that conducts in-depth observations at PAUD Al-Qur'an Ar-Raudhah, Balikpapan City. The results obtained show that PAUD learning activities begin with curriculum planning starting from meetings attended by all teaching staff, making annual and semester program curriculum plans as well as designing weekly activities and designing daily activities; implementation of the curriculum has been used in in-door and out-door activities; curriculum evaluation is carried out periodically and has a set time, once a month the parents of students are invited to discuss and deliberation regarding the learning that has been carried out during the previous month.
Implementasi Metode Gerak Dan Lagu Dalam Mengenalkan Asmaul Husna Bagi Anak Usia Dini Di Tkit Bunga Harapan Samarinda Livita Magfiratul Laili; Achmad Ruslan Afendi; Gusti Asiyani; Merlina Merlina; Hasnun Dahliana
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59923

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of motion and song methods in introducing asmaul husna for children at TKIT Bunga Harapan Samarinda Seberang and to find out the supporting and inhibiting factors of the implementation of motion and song methods in introducing asmaul husna for children at TKIT Bunga Harapan Samarinda Seberang. This type of research is a qualitative and description approach. The background problem of this study is that previously in the introduction of asmaul husna to children in TKIT Bunga Harapan has not used the method of motion and song. When before using the method of movement and song the state of the children are less excited in getting to know asmaul husna and ordinary. When before using the method of movement and song the state of the children are less excited in getting to know asmaul husna and ordinary. The data sources of this study consist of primary data and secondary data. The primary data sources are the principal and the teacher concerned. Secondary data sources are interviews and observations. The data is analyzed into three steps, namely data collection, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study showed that the implementation of motion and song methods in introducing asmaul husna for children at TKIT Bunga Harapan Samarinda Seberang, namely planning motion and song methods in introducing asmaul husna was included in the kindergarten curriculum and included in morning activities. The implementation is carried out in the morning at a time when the children have arrived at school and lined up. When starting the asmaul husna reading activity, the teacher invites one of the children to be a leader when demonstrating the movements of asmaul husna while singing and the teacher also while guiding the child who is the leader. Evaluation is carried out every month and is included in the report card assessment in the form of a description or checklist. The supporting factors of implementation in introducing asmaul husna for children include media speakers, the enthusiasm of teachers and children, music, and tutorials from teachers. Meanwhile, the inhibiting factors of movement and song methods in introducing asmaul husna for children include differences in the type of child learning, absence of children, and delays in children coming to school.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam mengenalkan Asmaul Husna pada anak didik TKIT Bunga Harapan dengan mengunakan metode gerak dan lagu.. Jenis penelitian yang digunakan yakni kualtiatif deskriptif. Masalah utama dalam penelitian ini ialah dalam pengenalan asmaul husna pada anak di TKIT Bunga Harapan belum menggunakan gerak dan lagu. Sebelum mengenalkan asmaul husna lewat gerak dan lagu TKIT bunga harapan masih menggunakan metode yang biasa saja sehingga anak-anak kurang semangat saat melantunkan asmaul husna. Jenis penelitian yang digunakan yakni kualtiatif deskriptif. Pengumpulan data melalui oservasi dan wawancara. Data diperoleh dari Kepala Sekolah dan Guru baik secara primer dan sekunder dengan langkah yaitu pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode gerak dan lagu pada kegiatan di pagi hari ketika berbaris sebelum masuk ke dalam kelas. Saat kegiatan pembacaan asmaul husna berlangsung, guru menunjuk satu anak sebagai pemimpin ketika pembacaan asmaul husna sambil memperagakan gerakannya dan tetap dipandu sama gurunya. Setiap bulan guru melakukan evaluasi dan disampaikan dalam bentuk deskripsi atau ceklis di rapot hasil belajar anak. Ada dua faktor di implementasi dalam mengenalkan asmaul husna bagi anak yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung antara lain media speaker, musik pengantar, semangat anak dan guru, musik, dan guru yang memandu. Sebaliknya, faktor penghambatnya yaitu gaya belajar anak, anak yang tidak hadir, dan anak yang datang ke sekolah terlambat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta meningkatkan pengetahuan guru mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan untuk anak usia dini. Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dilakukan oleh siswa, guru dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah itu sendiri atas kesadaran dari setiap individu agar dapat mencegah datangnya penyakit, khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini yang dimana pada periode ini, anak akan sangat mudah diberi stimulasi untuk melakukan kegiatan PHBS. Kegiatan penelitian ini dilakukan di TK Negeri Pembina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa TK Negeri Pembina sangat memperhatikan tentang kebersihan lingkungan sekolahnya juga sangat memperhatikan kesehatan para muridnya, TK Negeri Pembina juga membiasakan siswanya untuk membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan dana kaki setelah bermain, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Namun peneliti masih menemukan kekurangan, salah satunya tidak tersedianya tempat sampah yang tidak dipisah antara sampah organik dan sampah anorganik dan ruang kelas yang masih kurang rapi dan bersih.
Pemberdayaan Dosen, Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Paud Universitas Mulia Balikpapan Dalam Akselerasi Implementasi Indikator PHBS Di Wilayah Rt 19 Kelurahan Sungai Nangka Kecamatam Balikpapan Selatan Purwanti, Sri; Vitriana, Bety; Merlina, Merlina; Norlaila, Norlaila; Maurellia, Cindy; Wahida, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2274

Abstract

This community-service program aimed to raise the implementation of 12 Clean- and-Healthy-Life-Behavior (PHBS) indicators in RT 19, Sungai Nangka Village, South Balikpapan, where coverage was only 68.01 % of the 95 % national target. Using a collaborative-educative approach, lecturers and students of the Early- Childhood-Teacher-Education (PAUD) study program of Universitas Mulia accompanied residents through counseling, hands-on demonstrations, and behavioral-change monitoring. A participatory method was applied in stages: baseline survey, interactive education, proper-hand-washing practice, waste management, communal morning exercise, and a healthy-vegetable bazaar. The result was a significant improvement in PHBS practices, evidenced by winning first place in the city-level PHBS competition. The activity strengthened the university’s Tridharma role, built sustainable campus–community partnerships, and serves as a model for community-based health education. The program demonstrates that university, community collaboration effectively creates lasting healthy-behavior change.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan implementasi 12 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di RT 19 Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, yang capaiannya baru 68,01% dari target nasional 95%. Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif, dosen dan mahasiswa Prodi PAUD Universitas Mulia mendampingi warga dengan kegiatan penyuluhan, demonstrasi praktik, dan monitoring perubahan perilaku. Metode partisipatif diterapkan secara bertahap: survei awal, edukasi interaktif, praktik cuci tangan, pengelolaan sampah, senam massal, dan bazar sayur sehat. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan perilaku PHBS, dibuktikan dengan meraih Juara 1 Lomba PHBS tingkat Kota Balikpapan. Kegiatan ini memperkuat peran kampus dalam Tridharma, membangun kemitraan berkelanjutan dengan masyarakat, serta menjadi model pendidikan kesehatan berbasis komunitas. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi kampus-masyarakat efektif menciptakan perubahan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.
Penyusunan Program Konsep Hidup Cerdas Naturalis Berbasis Literasi Alam Norlaila, Norlaila; Merlina, Merlina; Wahyuni, Sri; Putri, Fauziyyah Eka; Putri, Tarisa Azzahra; Muntaha, Sidratul; Rusman, Annisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1148

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyusun sebuah program pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan konsep hidup cerdas naturalis dengan pendekatan literasi alam, serta mengembangkan modul edukatif praktis sebagai panduan bagi pendidik dan orang tua,. Urgensi kegiatan ini didorong oleh rendahnya integrasi literasi alam di satuan PAUD yang baru mencapai 34%, serta minimnya ketersediaan bahan ajar kontekstual yang mendukung kompetensi guru. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif melalui enam tahapan sistematis, meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan modul, sosialisasi, implementasi, monitoring, hingga refleksi. Hasil pengabdian menunjukkan tercapainya tiga luaran utama: tersusunnya modul edukatif praktis, meningkatnya kapasitas profesional guru dan pemahaman orang tua, serta adanya perubahan perilaku positif pada anak terkait kesadaran ekologis,. Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa ingin tahu, kepekaan sensorik, dan empati terhadap makhluk hidup melalui kegiatan eksplorasi langsung. Pengabdian ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan dengan menawarkan model pendidikan karakter berbasis lingkungan yang mengintegrasikan pengambilan keputusan etis dengan kecerdasan naturalistik. Secara praktis, program ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk mendukung pencapaian Target SDGs poin 4.2 dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pemetaan Kebutuhan Pendidikan Inklusi Berbasis Persepsi Orang Tua Vitriana, Bety; Merlina, Merlina; Purwanti, Sri; Maurellia, Cindy; Sapriani, Elma
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8198

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi orang tua dalam memetakan kebutuhan pendidikan inklusi di PAUD bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terdapat kesenjangan antara kebijakan dan praktik serta minimnya keterlibatan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dengan desain eksploratoris berurutan, data dikumpulkan melalui kuesioner (52 orang tua) dan wawancara mendalam (15 partisipan) di Kota Balikpapan. Temuan mengungkap tiga tantangan utama: ketidaksiapan sarana-prasarana (65%), kompetensi guru yang belum optimal (57%), dan keterlibatan orang tua yang minim dalam perencanaan pembelajaran (55%). Namun, keterbukaan komunikasi sekolah (55%) menjadi faktor penyeimbang yang merefleksikan kebutuhan akan pengakuan dan kemitraan. Lima kebutuhan prioritas teridentifikasi: pelatihan guru, sarana aksesibel, kolaborasi (sekolah-orang tua-terapis), kurikulum fleksibel, dan dukungan psikologis bagi orang tua. Simpulan menegaskan bahwa pemetaan kebutuhan inklusi yang autentik harus berbasis suara orang tua sebagai expert by experience untuk mewujudkan kebijakan yang responsif, sekaligus mendorong pergeseran paradigma menuju kemitraan kolaboratif dalam ekosistem PAUD inklusif.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI ECO PRINT DALAM RANGKA KEBANGKITAN NASIONAL DI SEKOLAH BERSINAR, KAMPUNG TORAJA Merlina, Merlina; Honest Gunarto, Baldwine; Purwanti, Sri; Vitriana, Bety; Norlaila, Norlaila; Wahyuni, Sri; Harfiyani, Shouja; Maurellia, Cindy; RIjal Imam, Shaf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1290-1301

Abstract

Pendidikan karakter di wilayah 3T menghadapi tantangan kompleks akibat keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui teknik ecoprint sebagai media edukasi kontekstual, sekaligus menguatkan semangat Kebangkitan Nasional di Sekolah Bersinar, Kampung Toraja. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya (workshop) dengan pendekatan partisipatif-edukatif kolaboratif yang menempatkan siswa dan guru sebagai subjek aktif.Hasil pengabdian menunjukkan efektivitas program yang signifikan; sebanyak 92% siswa berhasil menginternalisasi dimensi gotong royong dan kemandirian, melampaui target awal sebesar 85%. Selain itu, 100% kelompok siswa sukses menguasai teknik pounding dan memproduksi 15 karya kain bermotif flora lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam fashion show baju adat. Secara teoretis, kegiatan ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan melalui pengembangan model "nasionalisme keseharian" dan pedagogi berbasis tempat (pedagogy of place). Temuan ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik di wilayah pedalaman dapat diatasi melalui inovasi kurikulum yang menyinergikan identitas nasional, visi technopreneurship berbasis budaya, dan kelestarian ekologis. Luaran program ini berupa draf model pembelajaran yang siap diajukan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai referensi replikasi nasional di sekolah-sekolah terpencil lainnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ETIKA PROFESI MELALUI PESANTREN KILAT RAMADHAN SEBAGAI MODEL PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS PENGALAMAN Yamani, Yamani; Vitriana, Bety; Purwanti, Sri; Merlina, Merlina; Wahyuni, Sri; Maurellia, Cindy; Awali, Nadila; Zalfa, Rafli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1267-1273

Abstract

Pendidikan etika dan nilai agama memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak dan remaja di tengah dinamika sosial kontemporer. Artikel ini melaporkan sekaligus menganalisis program Pengabdian kepada Masyarakat yang terintegrasi dalam mata kuliah Etika Profesi melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di Masjid Raudhatul Muta’allimin. Program dirancang dengan pendekatan experiential learning dan partisipatoris, melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator utama pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi reflektif, simulasi, seni pertunjukan, praktik ibadah, serta evaluasi berbasis observasi dan refleksi tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap sosial, dan pemahaman etika peserta, sekaligus menguatkan kompetensi pedagogis dan kesadaran profesional mahasiswa. Program ini juga memperlihatkan potensi kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas masjid dalam pendidikan karakter. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model pesantren kilat berbasis pengabdian sebagai pendekatan strategis pendidikan moral di lingkungan komunitas religius.