Penggunaan sabun herbal berbasis tanaman lokal semakin populer sebagai alternatif alami pengganti sabun sintetis yang mengandung bahan kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pelatihan pembuatan sabun padat transparan antibakteri dari ekstrak daun tembesu. Ekstrak daun tembesu mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, tanin, alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di desa Tanjung Seteko, kecamatan Indralaya, kabupaten Ogan Ilir dengan khalayak sasaran ibu-ibu PKK dan para remaja putri. Metode kegiatan dilaksanakaan dengan tahapan (i) penyuluhan, (ii) pelatihan dan (iii) evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan pretes dan postes untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi dan evaluasi penerimaan terhadap produk sabun yang dihasilkan. Hasil pretes dan postes menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta mengenai sabun padat transparan antibakteri berbahan ekstrak daun tembesu. Sebelum pelatihan, peserta yang mampu menjawab pretes dengan tepat hanya 16,67%, dan meningkat menjadi 90,0% setelah kegiatan dilakukan. Hasil evaluasi ini merupakan indikator keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat. Evaluasi terhadap penerimaan produk sabun dengan 7 kriteria yaitu warna, tekstur, busa, stabilitas, aroma, penampilan dan kenyamanan memperlihatkan bahwa masyarakat menerima dan menyukai sabun padat transparan antibakteri tersebut.
Copyrights © 2026