Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung larva (maggot) Black Soldier Fly (BSF) terhadap makroanatomi dan mikroanatomi serta interaksi organ bursa Fabrisius ayam pedaging umur berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu perlakuan maggot BSF dan umur ayam. Sampel penelitian menggunakan 24 ekor ayam pedaging. Faktor perlakuan maggot BSF sebanyak empat kelompok yang terdiri atas P0 (Pakan komersil 100%), P1 (Pakan komersil 90% + tepung maggot BSF 10%), P2 (Pakan komersil 80% + tepung maggot BSF 20%), dan P3 (Pakan komersil 70% + tepung maggot BSF 30%). Faktor umur ayam terbagi dua yaitu umur 14 hari dan 21 hari. Perlakuan penelitian selama 14 hari. Sampel ayam dinekropsi untuk diambil organ bursa Fabrisius. Sampel organ dibuat preparat histologi dan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin. Data warna dan bentuk bursa Fabrisius dianalisis secara deskriptif, sedangka data hasil pengukuran histologinya dianalisis menggunakan uji sidik ragam dua arah) dan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pakan tepung maggot BSF dan umur ayam memberikan pengaruh pada gambaran makroanatomi bursa Fabrisius pada hasil tertinggi yaitu panjang (2,50 ± 0,07 cm), lebar (2,20 ± 0,10 cm), bobot (1,89 ± 0,511 g). Pada pengukuran mikroanatomi, bursa Fabrisius pemberian pakan tepung maggot BSF menunjukkan pengaruh pada panjang folikel (0,85 ± 0,02 mm), lebar folikel (0,44 ± 0,02 mm), serta tinggi plicae (4,84 ± 0,35 mm) dipengaruhi oleh perbedaan umur.. Interaksi antara faktor perlakuan dan umur ayam menunjukkan interaksi terhadap panjang, lebar dan bobot bursa, panjang dan lebar folikel bursa Fabrisius. Simpulan dari studi adalah pemberian tepung maggot BSF sebagai pakan ayam pedaging memberikan pengaruh pada organ bursa Fabrisius dengan perlakuan terbaik pada perlakuan P3 atau ransum dengan 30% tepung maggot BSF dan 70% pakan komersial.
Copyrights © 2026