Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan produksi pakan wilayah pada musim kemarau, menghitung kapasitas tampung ternak, serta mengevaluasi daya dukung dan indeks daya dukung pakan pada sistem peternakan sapi rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode survei lapang dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa produksi hijauan pakan relatif tinggi dengan produktivitas rumput gajah mencapai 117,14 ton/ha, sementara limbah pertanian berkontribusi sebesar 47,96 ton bahan kering per tahun. Total produksi bahan kering pakan mencapai 1.806,25 ton/tahun, namun hanya 1.147,43 ton/tahun (63,5%) yang dapat dimanfaatkan secara efektif. Kebutuhan bahan kering ternak sebesar 537,80 ton/tahun menghasilkan daya dukung sebesar 674 satuan ternak dengan indeks daya dukung 2,13, yang mengindikasikan kondisi surplus pakan secara kuantitatif. Meskipun demikian, dominasi limbah pertanian dengan kandungan serat kasar tinggi menyebabkan kualitas pakan relatif rendah sehingga berpotensi menurunkan efisiensi pemanfaatan nutrien. Temuan ini menunjukkan bahwa estimasi daya dukung berbasis bahan kering cenderung mengabaikan aspek kualitas pakan, sehingga dapat menyebabkan overestimasi kecukupan nutrisi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas ternak tidak hanya bergantung pada ketersediaan pakan secara kuantitatif, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas pakan dan efisiensi pemanfaatannya, khususnya pada kondisi musim kemarau.
Copyrights © 2026