ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut dosen untuk memiliki literasi digital yang memadai dalam mendukung implementasi pembelajaran inovatif, khususnya model flipped classroom. Namun, masih terdapat kesenjangan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal yang berdampak pada kualitas layanan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dosen melalui program pelatihan dan pendampingan dalam implementasi flipped classroom pada dosen di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi melalui desain pre-test dan post-test. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital dosen, dari rata-rata 47,19 ± 5,71 menjadi 83,07 ± 11,47. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p 0,001) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d = 2,70). Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan dosen dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran flipped classroom secara lebih efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa program pelatihan dan pendampingan literasi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital dosen sebagai strategi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital serta dapat direplikasi pada konteks institusi lain. Kata Kunci: Literasi Digital, Flipped Classroom, Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen, Peningkatan Kapasitas. ABSTRACT The rapid development of digital technology requires lecturers to possess adequate digital literacy to support innovative learning models, particularly the flipped classroom approach. However, gaps remain in lecturers’ ability to optimally utilize educational technology, which affects the quality of learning services. This community service program aims to enhance lecturers’ digital literacy through structured training and mentoring in the implementation of flipped classroom practices at the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Medan. The methods included training sessions, hands-on practice, and evaluation using a pre-test and post-test design. Data were analyzed using descriptive and inferential approaches to assess changes before and after the intervention. The results indicate a significant improvement in lecturers’ digital literacy, with the mean score increasing from 47.19 ± 5.71 to 83.07 ± 11.47. Paired t-test analysis revealed a highly significant difference (p 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = 2.70). In addition, the evaluation results demonstrate improved lecturer capacity in designing and implementing flipped classroom learning more effectively. These findings confirm that digital literacy training and mentoring have a positive impact on improving the quality of learning services. This program highlights the importance of strengthening lecturers’ digital competencies as a strategic approach to enhancing learning effectiveness in the digital era and provides a replicable model for similar institutional contexts. Keywords: Digital Literacy, Flipped Classroom, Community Service, Lecturer, Capacity Building.
Copyrights © 2026