Ringkasan: Latar belakang: Penyakit kanker merupakan salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, termasuk kanker payudara yang masih menjadi penyumbang pada tingkat mortalitas perempuan di seluruh dunia. Kanker payudara dapat dicegah melalui deteksi dini Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang perlu dipraktikkan secara rutin oleh setiap individu, terutama sejak remaja usia sekolah. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan dan peran media sosial dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri pada remaja sekolah di Kota Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di SMA Kota Jayapura. Populasi penelitian berjumlah 425 remaja putri, dengan sampel sebanyak 222 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lameshow melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi ?= 0,05. Hasil: Hanya 18,0% remaja yang melakukan praktik SADARI. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,027) dan peran media sosial (p = 0,019) dengan praktik SADARI. Kesimpulan: Pengetahuan dan peran media sosial berhubungan signifikan dengan praktik SADARI pada remaja sekolah di Kota Jayapura. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan promosi SADARI melalui media sosial dan kegiatan sekolah untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara sejak usia remaja.
Copyrights © 2026