Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memainkan peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi dunia kerja dan bisnis. Agar lulusan SMK memiliki kualitas yang baik, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan keahlian, dalam hard skill maupun soft skill, perlu dikembangkan kompetensi literasi keuangan dan literasi digital. Siswa SMK yang merupakan Generasi Z harus memahami perkembangan teknologi dan keuangan, serta bagaimana menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi SMKN 57 Jakarta adalah kurangnya pelatihan terkait literasi keuangan dan digital bagi siswa. Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas siswa SMKN 57 Jakarta dalam hal literasi keuangan. Program ini dilaksanakan dengan menyediakan materi tentang literasi keuangan yang juga dilengkapi dengan buku saku berisi materi terkait untuk siswa setingkat SMK. Dari pelatihan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa 94% siswa memahami bahwa inflasi dapat meningkatkan biaya hidup, dan 88% familiar dengan prinsip "risiko tinggi, imbal hasil tinggi" dalam investasi. Terkait investasi, hasil kuesioner menunjukkan bahwa 74% mahasiswa memiliki pemahaman dasar tentang pasar modal, sedangkan 26% telah mulai berinvestasi.
Copyrights © 2026