Usahatani memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai risiko produksi seperti perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta bencana alam yang berdampak pada ketidakstabilan pendapatan petani dan keberlanjutan kelembagaan agribisnis. Asuransi pertanian diperkenalkan sebagai instrumen mitigasi risiko, namun tingkat partisipasi petani masih relatif rendah akibat keterbatasan literasi dan kapasitas kelembagaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi asuransi pertanian guna memperkuat daya tahan ekonomi kelembagaan petani. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action research yang melibatkan kelompok tani dan kelembagaan agribisnis. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, edukasi dan pelatihan, pendampingan pendaftaran asuransi, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pre-test dan post-test literasi asuransi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman petani, partisipasi kepesertaan asuransi, serta perbaikan tata kelola administrasi kelembagaan. Asuransi pertanian terintegrasi dalam perencanaan usaha tani dan dipersepsikan sebagai instrumen perlindungan usaha. Dengan demikian, edukasi dan implementasi asuransi pertanian berbasis kelembagaan efektif dalam meningkatkan daya tahan ekonomi petani dan memperkuat kelembagaan agribisnis.
Copyrights © 2026