Mengingat Sekolah Dasar (SD) merupakan masa pembentukan karakter siswa, korban dan pelaku bullying pada SD saat ini menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena korban dan pelaku bullying, dan menguji perbedaan korban dan pelaku bullying ditinjau dari perspektif gender. Desain penelitian ini adalah kuantiatif jenis deskriptif komparatif. Sebanyak 150 siswa SDN “X” di Kota Padang diberikan kuesioner untuk diisi guna mengumpulkan data, yang kemudian dikaji menggunakan analisis deskriptif dan MANOVA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa korban dan pelaku bullying di SD berada dalam kategori sangat rendah. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan bullying baik korban maupun pelaku ditinjau dari perspektif gender, di mana laki-laki lebih rentan menjadi korban dan pelaku bullying dari pada perempuan. Untuk mengatasi permasalah tersebut implikasi yang dapat diberikan berupa intervensi psikologis baik pada korban maupun pelaku bullying bagi siswa yang memiliki skor korban dan pelaku bullying kategori tinggi dan sedang, berupa pemberian layanan konseling individu untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan. Kemudian, juga memberikan upaya preventif kepada seluruh siswa yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah agar tidak mudah menjadi korban ataupun pelaku bullying.
Copyrights © 2026