Prevalensi penyakit diabetes melitus terus mengalami peningkatan dan menuntut pendekatan promotif dan preventif berbasis potensi lokal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi pemanfaatan tanaman herbal lokal kepada masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal sebagai minuman fungsional pendukung pengendalian kadar gula darah. Herbal yang digunakan meliputi jahe (Zingiber officinale), kayu manis (Cinnamomum burmannii), daun kelor (Moringa oleifera), dan ketumbar (Coriandrum sativum). Metode pelaksanaan berupa penyuluhan edukatif dan demonstrasi pembuatan minuman fungsional wedang herbal. Hasil menunjukkan semangat peserta yang tinggi, pemahaman dan kemampuan dalam membuat kembali minuman fungsional wedang herbal. Secara ilmiah, keempat tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, gingerol, cinnamaldehyde, dan isothiocyanate yang berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar glukosa darah. Pemanfaatan herbal lokal ini dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengendalian faktor risiko diabetes secara mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026