Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model pelatihan akting film berbasis pengalaman sensorik dan emosional dalam meningkatkan kualitas keaktoran peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan embodied practice, melalui tahapan kesadaran tubuh, eksplorasi sensorik, pengolahan emosi, dan praktik adegan (scene work). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi video, dan refleksi peserta, yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kejujuran emosi, kesadaran tubuh, serta kemampuan peserta dalam merespons kamera secara subtil dan terkontrol. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri dan kepekaan artistik aktor. Dengan demikian, model pelatihan ini memiliki potensi sebagai pendekatan alternatif dalam pendidikan dan praktik keaktoran film yang menekankan integrasi antara tubuh, pengalaman sensorik, dan emosi.
Copyrights © 2026