Penelitian ini menganalisis pengembangan kecerdasan spiritual dalam perspektif Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Abu Hamid al-Ghazali. Konteks permasalahan penelitian berangkat dari krisis spiritual modern yang ditandai oleh dominasi materialisme, sekularisasi pengetahuan, serta melemahnya orientasi tauhid dalam kehidupan kontemporer. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, data penelitian dikumpulkan melalui penelusuran buku-buku primer karya al-Attas dan al-Ghazali, artikel jurnal bereputasi, serta kajian tafsir tematik terkait kecerdasan spiritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi (content analysis). Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik analisis tematik (thematic analysis) untuk mengidentifikasi kategori, pola gagasan, dan integrasi konsep antara kedua tokoh tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis spiritual terjadi karena pemisahan ilmu dari nilai-nilai tauhid, yang menyebabkan disorientasi moral dan hilangnya kedalaman makna hidup. Al-Attas menekankan pentingnya Islamisasi ilmu dan peneguhan adab sebagai fondasi pemurnian akal, sedangkan al-Ghazali menekankan tazkiyah al-nafs dan ihsan sebagai proses penyucian hati menuju kesadaran Ilahi. Integrasi keduanya menghasilkan model pengembangan kecerdasan spiritual yang menyeimbangkan dimensi intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendidikan berbasis Qur’ani yang menumbuhkan nilai-nilai adab, refleksi kritis, dan kesadaran ketuhanan untuk menjawab tantangan spiritual global masa kini
Copyrights © 2025