Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai hadis tentang pendidikan anak dalam praktik pembelajaran di TPA Sambilegi dengan perspektif living hadis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya implementasi hadis-hadis Nabi sebagai pedoman pendidikan karakter anak, terutama dalam konteks lembaga pendidikan nonformal seperti TPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru ngaji dan pengurus TPA, observasi terhadap aktivitas belajar mengajar, serta dokumentasi kegiatan keagamaan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, menggunakan teori habitus religius Pierre Bourdieu dan teori tindakan sosial berorientasi nilai Talcott Parsons sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang akhlak dan menuntut ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk perilaku anak di TPA Sambilegi. Internalisasi nilai hadis dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan rutin seperti doa bersama, tadarusan, dan nasihat akhlak. Nilai-nilai hadis tersebut membentuk karakter anak yang sopan, hormat kepada guru, dan disiplin dalam beribadah. Namun demikian, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan, terutama pada anak usia dini yang memiliki tingkat kedisiplinan dan perhatian yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa living hadis di TPA Sambilegi menjadi wujud nyata transformasi ajaran profetik ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual dan membumi dalam pembentukan karakter religius anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori habitus religius dan tindakan sosial berorientasi nilai dalam menjelaskan proses hidupnya hadis dalam konteks pendidikan anak nonformal, yang belum banyak dikaji sebelumnya.
Copyrights © 2025