Rendahnya literasi tafsir Al-Qur’an yang kontekstual di kalangan santri menjadi tantangan dalam membangun pemahaman keislaman yang moderat dan inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi tafsir tematik berbasis gender dan pendekatan living Qur’an pada santri MA Nurul Huda. Mitra kegiatan berjumlah 30 santri yang mengikuti pendampingan selama Januari sampai Maret 2026. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok, pendampingan interpretasi ayat secara kontekstual, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada indikator tafsir tematik dari 35% menjadi 85%, perspektif gender dari 30% menjadi 80%, dan living Qur’an dari 40% menjadi 82%. Pendampingan ini juga mendorong santri mengaitkan pesan Al-Qur’an dengan realitas sosial secara lebih kritis, adil, dan inklusif. Dengan demikian, pendampingan literasi tafsir berbasis gender dan living Qur’an efektif sebagai model penguatan pemahaman keislaman kontekstual bagi santri.
Copyrights © 2026