Teknik isolasi DNA merupakan salah satu metode dasar dalam bidang biologi molekuler yang bertujuan untuk memisahkan DNA dari komponen seluler lainnya. Memperoleh DNA berkualitas tinggi dengan hasil yang baik merupakan faktor pembatas dalam analisis genetik tanaman, karena sulit untuk memperoleh DNA berkualitas tinggi dalam jumlah yang memadai. Penelitian ini kami lakukan untuk mengoptimalkan teknik isolasi DNA genomik dari sampel tanaman, dengan tujuan memastikan kualitas dan kuantitas DNA yang diisolasi cukup untuk analisis molekuler. Metode yang digunakan melibatkan perbandingan teknik ekstraksi menggunakan metode mekanis dan metode gerus. Daun tebu dan padi, baik dalam kondisi basah maupun kering, digunakan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi dan kualitas DNA saat sampel basah digiling menggunakan proses gerus. Berdasarkan perbandingan absorbansi pada A260/A280 nm dan A260/A230 nm, serta hasil uji nanodrop, proses penggerusan menghasilkan kualitas dan konsentrasi DNA yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan metode mekanis, hasil visualisasi PCR menunjukkan bahwa metode gerus dapat mengekspresikan pita DNA yang lebih tebal pada sampel daun padi. Sementara itu, terdapat beberapa variasi dalam ekspresi pita DNA pada sampel daun tebu. Data kuantitatif dihasilkan dari temuan visualisasi PCR. Metode gerus terbukti menghasilkan jumlah dan kualitas DNA sampel terbaik, berdasarkan hasil penelitian.
Copyrights © 2026