Program pengabdian di SMA Negeri 1 Sekayam, perbatasan Indonesia–Malaysia, menanggapi sikap ekonomi parsial dan konflik identitas budaya siswa akibat pengaruh lintas batas. Solusinya melalui lokakarya nasionalisme kontekstual dan penguatan pendidikan kewarganegaraan berbasis lokalitas secara edukatif-partisipatoris bagi siswa di wilayah perbatasan. Tujuannya adalah menanamkan nasionalisme yang berakar pada kesadaran kritis siswa sebagai warga negara di wilayah perbatasan. Metode pelaksanaan PKM dilakukan secara sistematis melalui tahap persiapan dan analisis kebutuhan, perencanaan penyusunan modul nasionalisme kontekstual berbasis isu lokal perbatasan, serta pelaksanaan lokakarya interaktif dan studi kasus dinamika lintas batas. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan melalui proyek aksi literasi kebangsaan dan diakhiri evaluasi menggunakan testimony tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi tantangan nasionalisme di wilayah perbatasan, memahami relasi antara kebutuhan ekonomi dan identitas kebangsaan, serta mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan secara lebih reflektif dan kontekstual.
Copyrights © 2026