Dominasi gawai pada anak usia dini memicu keterbatasan kosakata bahasa Indonesia dan rendahnya apresiasi kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dan pengenalan budaya lokal menggunakan media interaktif. Metode penerapan dilakukan melalui tiga fase utama, yaitu persiapan media, implementasi "Petualangan Bahasa Nusantara" (dongeng kisah Pulau Kemaro dan permainan congklak modifikasi), serta evaluasi dampak. Khalayak sasaran berjumlah 11 siswa Taman Kanak-Kanak di Palembang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif siswa sebesar 100%. Melalui evaluasi tanya jawab lisan, siswa terbukti mampu menguasai kosakata baru serta memahami alur cerita rakyat dan cara bermain congklak dengan benar. Pendekatan belajar sambil bermain ini efektif memberikan perubahan sikap positif dan menstimulasi keterampilan kognitif serta motorik anak secara kolektif. Simpulan pengabdian menegaskan relevansi metode tradisional sebagai media pembelajaran budaya yang inovatif dan kontekstual pada era digital
Copyrights © 2026