Penguatan karakter perempuan pelaku usaha (womenpreneur) tidak hanya membutuhkan peningkatan kompetensi kewirausahaan, tetapi juga nilai dan identitas budaya yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas usaha. Nilai-nilai Bugis–Makassar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pembentukan karakter womenpreneur, khususnya dalam aspek integritas, ketangguhan, keberanian, kecerdasan, kepedulian sosial, dan hubungan antarmanusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman womenpreneur Desa Lawallu terhadap nilai-nilai Bugis–Makassar dan relevansinya dengan pembentukan karakter kewirausahaan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi dan diskusi kelompok. Materi kegiatan mencakup sebelas nilai, yaitu siri’, pacce/pesse, lempu’, acca/ammaccang, getteng, warani, reso, sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, dan assitinajang. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, respons peserta selama diskusi, dan refleksi setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai makna nilai-nilai Bugis–Makassar serta kemampuan menghubungkannya dengan aktivitas kewirausahaan, seperti menjaga kepercayaan pelanggan, mempertahankan reputasi usaha, menghadapi tantangan, mengambil keputusan, bekerja secara konsisten, dan membangun hubungan sosial. Kegiatan menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam penguatan karakter womenpreneur. Namun, peningkatan pemahaman merupakan tahap awal sehingga internalisasi nilai ke dalam perilaku kewirausahaan memerlukan pendampingan dan penerapan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026