This community service activity aims to improve the knowledge, skills, and participation of Posyandu cadres and parents in Stunting prevention efforts through counseling, mentoring, and monitoring the nutritional status of toddlers. The method used is Participatory Action Research (PAR) by actively involving Posyandu cadres, health workers, and parents of toddlers at every stage of the activity, starting from balanced nutrition counseling, Infant and Young Child Feeding (PMBA) practices, measuring toddler nutritional status, nutrition consultations, to evaluation using pre-tests and post-tests. Data collection was carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of early detection of growth and development, balanced nutrition, and the role of Posyandu, as well as increased program effectiveness through the active involvement of health cadres and Health Self-Help Groups (KSH). The PAR approach has been proven to be able to increase community capacity in a participatory manner and contribute to strengthening Stunting prevention efforts through early detection of growth and development and continuous nutrition education. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi kader Posyandu serta orang tua dalam upaya pencegahan Stunting melalui penyuluhan, pendampingan, dan pemantauan status gizi balita. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan orang tua balita secara aktif pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyuluhan gizi seimbang, praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), pengukuran status gizi balita, konsultasi gizi, hingga evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai deteksi dini tumbuh kembang, gizi seimbang, dan peran Posyandu, serta meningkatnya efektivitas program melalui keterlibatan aktif kader kesehatan dan Kelompok Swadaya Kesehatan (KSH). Pendekatan PAR terbukti mampu meningkatkan kapasitas masyarakat secara partisipatif dan berkontribusi dalam memperkuat upaya pencegahan Stunting melalui deteksi dini tumbuh kembang dan edukasi gizi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026