Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konsep Murabbi dalam Al-Qur’an dan Hadits: Analisis Peran Pendidik dalam Pendidikan Islam Mufaizah Mufaizah; Wardatus Sholikha; Ajeng Putri Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v3i3.1485

Abstract

The motivation for this study is the importance of the role of murabbis as educators in Islamic education based on the values of the Qur'an and Hadith. The goal of this study is to analyze the concepts of murabbis and the role of educators in shaping the character and intellect of students according to Islamic teachings. This study also suggests further studies on the practical implementation of Islamic teachings in schools
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Setingkat Smp Didit Darmawan; Nurika Yuni Safara; Ajeng Putri Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8223

Abstract

Pendidikan di era modern ini sering menghadapi berbagai tantangan dan perubahan besar, seperti transformasi digital yang merevolusi metode pembelajaran hingga masalah kesenjangan dalam Pendidikan yang tetap menjadi persoalan utama dibanyak daerah. Studi literatur ini mengkaji tentang motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa setingkat SMP. Penelitian ini menggnakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur review yang difokuskan untuk meneliti pengaruh motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa setingkat SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan disiplin belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikin, menunjukkan bahwa motivasi belajar dan disiplin belajar yang kuat dapat menjadi pilar utama untuk mendukung pencapaian hasil belajar siswa yang baik.
PENGARUH PEMBIASAAN IBADAH TERHADAP AKHLAK SISWA SMP Ajeng Putri Wulandari; Didit Darmawan
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11362

Abstract

Concerns regarding the decline in ethical standards amongst secondary school pupils—particularly in terms of lax discipline and a waning sense of care—have been the primary impetus for schools to begin incorporating spiritual practices into their character-building programmes. This article seeks to re-examine the findings of ten previous studies to assess the extent to which these spiritual routines can actually refine pupils’ behaviour. By employing a literature review and analysing the content of relevant articles, a fairly clear pattern emerges: activities such as regular congregational prayer or the Dhuha prayer do indeed bring a breath of fresh air, fostering a shift in pupils’ attitudes towards a more positive direction. However, an interesting finding is that this effect does not occur automatically. Its success is largely determined by how the school manages the programme, the strength of the example set by teachers, and the support from the surrounding community. Indeed, there is one unique finding suggesting that regular Dhuha prayer does not always correlate directly with exam grades, proving that moral matters and academic performance follow their own distinct paths. The conclusion of this review suggests that schools should not merely establish a prayer timetable, but also foster close cooperation with parents and create a comprehensive religious atmosphere so that the results truly leave a lasting impression on the students’ souls. ABSTRAK Kegelisahan mengenai merosotnya etika remaja di lingkungan SMP terutama soal disiplin yang kendor serta pudarnya rasa peduli menjadi titik tolak utama mengapa sekolah-sekolah mulai mencoba menyisipkan rutinitas ibadah ke dalam agenda pembentukan karakter. Tulisan ini mencoba menelaah kembali jejak-jejak dari sepuluh hasil riset terdahulu guna melihat sejauh mana sebenarnya rutinitas spiritual ini mampu memoles perilaku para siswa. Dengan mengandalkan metode studi literatur dan membedah isi artikel-artikel yang relevan, terlihat sebuah pola yang cukup jelas: kegiatan seperti shalat berjamaah atau dhuha yang dilakukan terus-menerus memang membawa angin segar bagi perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Namun, temuan yang menarik adalah efek ini ternyata tidak terjadi secara otomatis. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh bagaimana sekolah mengelola program tersebut, seberapa kuat teladan yang diberikan bapak-ibu guru, hingga dukungan dari lingkungan sekitar. Bahkan, ada satu temuan unik yang menunjukkan bahwa rajin shalat dhuha tidak selalu berbanding lurus dengan nilai ujian di kelas, yang membuktikan bahwa urusan moral dan nilai akademis punya jalurnya masing-masing. Kesimpulan dari tinjauan ini menyarankan agar sekolah tidak hanya sekadar membuat jadwal ibadah, tapi juga membangun kerja sama yang erat dengan orang tua dan menciptakan suasana religius yang menyeluruh agar hasilnya benar-benar membekas pada jiwa siswa.    
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Filantropi Islam: Implementasi Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan Di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Ajeng Putri Wulandari; Rahayu Mardikaningsih; Wiati Samawati; Muhammad Zufar Afifuddin; Yusril Pratama Hidayat; Achmad Fatkhur Rokman; Ach. In'amullah
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadan merupakan salah satu aksi sosial keagamaan yang sangat berpotensi untuk menumbuhkan kepedulian, empati, dan solidaritas antarsesama. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini bertujuan untuk memperkuat nilai keislaman, meningkatkan partisipasi warga, serta membangun kohesi sosial di Kecamatan Waru, Sidoarjo. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang berorientasi pada kekuatan internal komunitas melalui lima fase utama, yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Do. Teknik pengumpulan data dilakukan secara kombinasi melalui wawancara semi-terstruktur kepada pengurus lingkungan dan tokoh masyarakat, serta observasi partisipatif dengan keterlibatan langsung mahasiswa KKN di lapangan bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada partisipasi aktif dan kepedulian sosial warga, di mana interaksi antarwarga menjadi lebih intensif sehingga tercipta suasana lingkungan yang lebih harmonis, kompak, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademis dan spiritual bagi peserta, tetapi juga melatih kemandirian masyarakat dalam mengelola program sosial secara mandiri. Program berbagi takjil ini direkomendasikan untuk menjadi agenda rutin tahunan dengan melibatkan generasi muda serta peningkatan koordinasi organisasi yang lebih terstruktur di masa mendatang.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Pembagian Takjil Ramadan di Desa Pabean Kecamatan Sedati Ayun Triska Yahesa; Najwa Dhakiro Rochmah; Mas Adelia Najibah; Fauzan Fitra Ramadhan; Saidah Fiddaroini Harun; Durrotul Mumtazah; Ajeng Putri Wulandari; Riska Auliatus Solichah; Rahayu Mardikaningsih; Rafadi Khan Khayru
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan daya beli masyarakat, terutama pada kelompok pekerja sektor informal, menjadi salah satu permasalahan yang semakin dirasakan selama bulan Ramadan akibat meningkatnya kebutuhan konsumsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya di Desa Pabean, Kecamatan Sedati ini bertujuan mendorong pemberdayaan warga secara partisipatif melalui program berbagi takjil Ramadan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan warga setempat sebagai mitra aktif dalam proses identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan distribusi takjil, hingga evaluasi program. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai fasilitator utama yang mengoordinasikan alur logistik dan penguatan sinergi sosial di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berbagi takjil mampu membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa warga sekaligus memperkuat partisipasi, kepedulian, dan solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan berbasis kearifan lokal ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat solidaritas sosial secara berkelanjutan.
PENCEGAHAN GANGGUAN TUMBUH KEMBANG: PEMANTAUAN GIZI BAYI DI KECAMATAN BUBUTAN Laili Mas Ulliyah Hasan; Mila Hariani; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Rafadi Khan Khayru; Fayola Issalillah; Moch. Avif Chilmi Yahya; Risma A'limathus Zuriah; Ajeng Putri Wulandari; Yurid Citra Ayu Putri
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2229

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge, skills, and participation of Posyandu cadres and parents in Stunting prevention efforts through counseling, mentoring, and monitoring the nutritional status of toddlers. The method used is Participatory Action Research (PAR) by actively involving Posyandu cadres, health workers, and parents of toddlers at every stage of the activity, starting from balanced nutrition counseling, Infant and Young Child Feeding (PMBA) practices, measuring toddler nutritional status, nutrition consultations, to evaluation using pre-tests and post-tests. Data collection was carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of early detection of growth and development, balanced nutrition, and the role of Posyandu, as well as increased program effectiveness through the active involvement of health cadres and Health Self-Help Groups (KSH). The PAR approach has been proven to be able to increase community capacity in a participatory manner and contribute to strengthening Stunting prevention efforts through early detection of growth and development and continuous nutrition education.   Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi kader Posyandu serta orang tua dalam upaya pencegahan Stunting melalui penyuluhan, pendampingan, dan pemantauan status gizi balita. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan orang tua balita secara aktif pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyuluhan gizi seimbang, praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), pengukuran status gizi balita, konsultasi gizi, hingga evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai deteksi dini tumbuh kembang, gizi seimbang, dan peran Posyandu, serta meningkatnya efektivitas program melalui keterlibatan aktif kader kesehatan dan Kelompok Swadaya Kesehatan (KSH). Pendekatan PAR terbukti mampu meningkatkan kapasitas masyarakat secara partisipatif dan berkontribusi dalam memperkuat upaya pencegahan Stunting melalui deteksi dini tumbuh kembang dan edukasi gizi yang berkelanjutan.