Pendidikan Agama Islam di SMK Dewantoro Purwosari sebagian besar dilakukan melalui teknik ceramah, yang menyebabkan siswa kurang aktif, dan kurang memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Discovery learning agar terjadinya peningkatan kemandirian dan pemahaman siswa. Metodologi kualitatif digunakan dengan desain studi kasus. Partisipan adalah satu guru Pendidikan Agama Islam beserta tiga siswa kelas 11 yang dipilih dari total 43 siswa. Data dikumpulkan melalui metode seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen, dan dinilai menggunakan kerangka interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan Discovery learning siswa cenderung hanya mendengarkan penjelasan guru, kurang berani mengemukakan pendapat, dan masih bergantung pada arahan guru. Setelah penerapan Discovery learning, para peserta didik menunjukkan keterlibatan yang lebih besar dalam penyelidikan dan dialog, menunjukkan peningkatan otonomi dalam mengumpulkan informasi, dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menyuarakan pandangan mereka. Pemahaman para siswa tentang etika penggunaan media sosial dari sudut pandang etika Islam juga meningkat, karena mereka secara aktif terlibat dalam mengungkap ide-ide pendidikan.
Copyrights © 2026