Krisis ekologis menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya membentuk kesalehan ritual, tetapi juga tanggung jawab ekologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi integrasi ekoteologi Islam dan kearifan lokal sebagai landasan pedagogis kesalehan ekologis dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar. Penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kritis. Data diperoleh dari artikel jurnal, buku, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tawhid, khalifah, amanah, mizan, dan larangan fasad menjadi basis teologis kesalehan ekologis, sedangkan kearifan lokal menjadi basis kontekstual melalui nilai dan praktik ekologis masyarakat. Integrasi keduanya menghasilkan konstruksi pedagogis melalui lima tahap: ecological knowing, ecological contextualizing, ecological valuing, ecological acting, dan ecological habituation. Konstruksi ini menegaskan perlunya transformasi pembelajaran PAI dari pemahaman nilai menuju tindakan dan pembiasaan ekologis sebagai aktualisasi keimanan. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi lima tahap pedagogis yang mengintegrasikan ekoteologi Islam dan kearifan lokal dalam pembentukan kesalehan ekologis peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026