Alih wahana cerpen ke pementasan drama merupakan proses kreatif yang tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk karya, tetapi juga melibatkan interpretasi, transformasi, dan pengembangan unsur cerita sesuai dengan karakteristik seni pertunjukan. Dalam konteks pembelajaran, proses tersebut berpotensi menjadi ruang untuk mengintegrasikan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, kreativitas, dan pengalaman artistik murid. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif dan strategi adaptasi dalam alih wahana cerpen ke pementasan drama serta mengkaji potensi relevansinya dalam pembelajaran Seni dan Budaya dan Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber kajian berupa berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan alih wahana, adaptasi karya sastra, proses kreatif, drama, dan pembelajaran. Analisis dilakukan melalui identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis teoretis. Hasil kajian menunjukkan bahwa alih wahana berlangsung melalui rangkaian proses membaca, menafsirkan, mentransformasikan, menulis, melatih, mempertunjukkan, dan merevisi. Strategi adaptasi meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan untuk menyesuaikan unsur naratif menjadi dialog, tindakan, karakterisasi, dan adegan dramatik. Proses pementasan selanjutnya memperluas adaptasi melalui pemeranan, ekspresi, vokal, gerak, dan kolaborasi. Berdasarkan sintesis literatur tersebut, alih wahana cerpen ke pementasan drama berpotensi diposisikan sebagai alternatif pembelajaran berbasis proses kreatif yang mempertemukan literasi sastra, keterampilan berbahasa, kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman seni pertunjukan. Temuan ini merupakan sintesis konseptual dan belum dimaksudkan sebagai bukti empiris mengenai efektivitas penerapannya dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026